SMP Islam Ruhama didirikan pada tahun 1987 dengan SK Pendirian Nomor : 490/L02/E.88 tertanggal 5 Juli 1988 berada dibawah naungan Yayasan Prof.DR. Zakiah Daradjat, yang bertujuan dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang cakap dan terampil dalam ilmu yang digelutinya serta berakhlakul karimah. Dalam proses perjalanannya, SMP telah meluluskan dua puluh satu angkatan dan telah tiga kali diakreditasi ulang dengan status Terakreditasi dalam kelompok A.
SELAMAT DATANG
SELAMAT DATANGDI SMP ISLAM RUHAMA YANG UNGGUL DALAM BERPENDIDIKAN
Wednesday, March 2, 2016
SMP ISLAM RUHAMA
Thursday, October 15, 2015
SELAMAT TAHUN BARU 1437 HIJRIYAH
Tuesday, January 13, 2015
ADMINISTRASI PPDB 2015/2016 SMP ISLAM RUHAMA
Sunday, May 18, 2014
SMP ISLAM RUHAMA MENERIMA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Tuesday, December 3, 2013
PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS SMP ISLAM RUHAMA 2013
Para siswa/i SMP Islam Ruhama berkumpul di halaman sekolah yang telah disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS), kegiatan ini dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi siswa/i dalam hal berdemokrasi agar menjadi bekal nanti ketika mereka sudah mempunyai hak pilih dalam pemilu.
SMP Islam Ruhama sudah ketiga kalinya menyelenggarakan
kegiatan seperti ini dan kegiatan seperti ini insya Allah akan terus di laksanakan sebagai bentuk pembelajaran.
Kegiatan pemilihan ketua & wakil ketua OSIS ini diawali dengan menseleksi calon yang menghasilkan empat pasangan calon, setelah itu diadakan debat terbuka antara kandidat.
Selamat kepada calon yang terpilih menjadi Ketua & wakil ketua OSIS SMP Islam Ruhama.
Ainun Mardiah & Izdihar Nanda R. Nomor Urut 4.
Monday, September 23, 2013
REUNI ALUMNI SMP ISLAM RUHAMA ANGKATAN TH. 1992
Kepada Yth,
Rekan-rekan Alumni SMP ISLAM RUHAMA
Angkatan 1992
Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Teriring salam, doa dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, semoga rekan-rekan dalam keadaan sehat dan sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang istiqomah sampai akhir zaman.
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, kami Panitia Reuni mengundang rekan rekan alumni SMP ISLAM RUHAMA angkatan 1992 untuk dapat hadir pada:
Hari/tanggal : Minggu / 27 Oktober 2013
Waktu : Pkl. 09.00 Wib – selesai
Tempat : SMP ISLAM RUHAMA Ciputat
Acara : Silaturahmi & Temu kangen Alumni SMPI RUHAMA angkatan 1992
Biaya : Rp 100.000/Alumni
Untuk pembayaran acara tersebut rekan-rekan dapat menghubungi koordinator masing-masing wilayah ( data terlampir ) atau transfer ke BNI no rekening 0287819363 atas nama Audistia Putri . Dan untuk informasi mengenai acara Reuni ini, dapat menghubungi panitia Reuni SMP ISLAM RUHAMA Ciputat angkatan 1992 ( Contact Person terlampir ).
Demikian undangan ini kami sampaikan, besar harapan kami rekan-rekan dapat hadir dalam acara tersebut. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Panitia Reuni Angkatan 1992,
Marwan Alex
LAMPIRAN
Koordinator Wilayah
1. Pisangan : Abdul Azis ( 021-97246175 )
2. Cipayung : Solihat ( 021-94505625 )
3. Cireundeu : - Santi ( 087871659090 / 087888234537 )
- Henyke ( 085697532275 / 021-98111041 )
4. Pondok Cabe Iir : Muhayat ( 081511814128 )
INFORMASI ACARA REUNI DAPAT MENGHUBUNGI
1. Adi Surya : 021-92170368
2. Dian Lielia : 085813539297
3. Edi Jajang : 08179964095 / 021-96539971
4. Abdul Azis : 021-97246175
Tuesday, April 2, 2013
INFORMASI PPDB 2013/2014 SMP ISLAM RUHAMA
Thursday, June 7, 2012
Tuesday, November 29, 2011
Monday, October 17, 2011
PEMILIHAN KETUA OSIS


Pemilihan ketua OSIS SMP Islam Ruhama akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2011.
Pada tahun ini pertama kali di SMP Islam Ruhama melaksanakan pemilihan Ketua OSIS menggunakan cara-cara seperti pemilu/pemilukada, dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan persiapan yang hampir mendekati cara dan persiapan pemilu/pemilukada, hal ini guna memberikan pembelajaran kepada siswa/i agar mengerti/mengetahui tata cara pemilu/pemilukada untuk nantinya bisa diterapkan dimasa yang akan datang.
Thursday, December 9, 2010

Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum, tertawa dan terkadang membuat kita menangis. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi. Akan tetapi, mungkin kita sering melupakan, apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya.
Penulis teringat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
Artinya: “Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim No. 6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, yang dijamin oleh Allah untuk menjadi pemimpin Bani Adam di hari akhir nanti, sangat sering mengulang doa-doa ini, apalagi kita, yang sangat banyak berlumuran dosa, sudah seharusnya selalu membacanya.
Mengetahui ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat sangatlah penting. Oleh karena itu, berikut ini penulis sebutkan beberapa ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat yang penulis ambil dari kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf.
Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang:
- Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah.
- Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk.
- Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.
- Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia.
- Senantiasa didengar doanya.
- Ilmu itu senantiasa berada di hatinya.
- Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.
- Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian.
- Selalu mengharapkan akhirat.
- Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.
- Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya.
- Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya.
- Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka.
- Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnhya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala.
Adapun ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang:
- Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati.
- Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah.
- Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya.
- Tidak dikabulkan doanya.
- Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat Allah murka.
- Semakin menjadikannya sombong dan angkuh.
- Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya.
- Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh.
- Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.
- Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya.
- Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu.
- Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata.
Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata, “Di saat sekarang ini, manusia boleh memilih apakah dia itu ridha untuk dikatakan sebagai seorang ulama di sisi Allah ataukah dia itu tidak ridha kecuali disebut sebagai seorang ulama oleh manusia di masanya. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang pertama, maka dia akan merasa cukup dengan itu… Barang siapa yang tidak ridha kecuali ingin disebut sebagai seorang ulama di hadapan manusia, maka jatuhlah ia (pada ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam),
من طلب العلم ليباهي به العلماء أو يماري به السفهاء أو يصرف وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار
Artinya: “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyaing-nyaingi para ulama, mendebat orang-orang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka dia itu telah mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (*)
*) Dengan Lafaz yang seperti ini, penulis belum menemukannya dengan sanad yang shahih. Akan tetapi, terdapat lafaz yang mirip dengannya di Sunan At-Tirmidzi No. 2653 dengan sanad yang hasan, yaitu:
من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به السفهاء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الله النار
***
اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عملا متقبلاز آمين
Maraji’:
- Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf oleh Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiah
- Shahih Muslim, Dar As-Salam
- Sunan At-Tirmidzi, Maktabah Al-Ma’arif
***
Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Hadits, Jami’ah Islamiyah Madinah, Saudi Arabia)
Artikel www.muslim.or.id

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).” [1]
Hadits yang mulia ini menunjukkan agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan yang besar bagi orang yang mempelajarinya, sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin [2], pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama.
Imam an-Nawawi berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya, serta anjuran untuk menuntut ilmu.” [3]
Imam Ibnu Hajar al-’Asqalaani berkata: “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.” [4]
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini adalah:
- Ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah ilmu agama. [5]
- Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta’ala adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallamdalam agama Islam. [6]
- Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu agama akan terhalangi untuk mendapatkan kebaikan dari Allah Ta’ala. [7]
- Yang dimaksud dengan pemahaman agama dalam hadits ini adalah ilmu/pengetahuan tentang hukum-hukum agama yang mewariskan amalan shaleh, karena ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan shaleh bukanlah merupakan ciri kebaikan. [8]
- Memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar merupakan penuntun bagi manusia untuk mencapai derajat takwa kepada Allah Ta’ala. [9]
- Pemahaman yang benar tentang agama Islam hanyalah bersumber dari Allah semata, oleh karena itu hendaknya seorang muslim disamping giat menuntut ilmu, selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar dianugerahkan pemahaman yang benar dalam agama. [10]
***
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.
Artikel www.muslim.or.id









.jpg)

